|
|  |
|
 |
|
photoby: Eddy Hasby
|
PUTU FAJAR ARCANA
lahir di Kota Negara, Bali, 10 Juli 1965. Berlatar belakang pendidikan di Jurusan
Fakultas Sastra Indonesia di Universitas Udayana , tetap menulis puisi dan melukis di tengah kesibukannya sebagai
wartawan harian KOMPAS di Bali, hingga kini. Karir jurnalistik di awali dari Mingguan Karya Bakti (Denpasar), setelah menyelesaikan
kuliah tahun 1989, ia bergabung bersama harian Nusa Tenggara. Kemudian mendirikan tabloid EKBIS di Denpasar. Tabloid tersebut tak
berumur panjang setelah dibredel oleh Departemen Penerangan. Tahun 1992 diterima sebagai koresponden Majalah Mingguan TEMPO untuk Denpasar.
Nasib membawanya ke ujung "kesialan" ketika majalah ini pun dibredel tahun 1994 silam.
Puisi-puisinya terangkum dalam Bilik Cahaya (Yayasan CAK 1997) Teh Ginseng (SMK, 1993), Dari Negeri Poci III (1996), Bonsai Memandang Pagi (1996),
Mimbar Penyair Abad 21 (DKJ, 1996), Kembang Rampai Puisi Bali (Bali Mangsi, 1997). Selain menjadi Ketua Yayasan Cak Denpasar, juga nominator Borobudur Award Yayasan Gunungan Magelang tahun 1997.
|
|